Development of Chemistry Teaching Modules Based on Integrated Differentiation of Socio-Emotional Learning on the Topic of Acids and Bases
Keywords:
pengembangan modul, sosial emosional, peningkatan hasil belajar., Asam BasamAbstract
Pengembangan modul ajar Kimia berbasis diferensiasi terintegrasi pembelajaran sosial emosional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kelayakan e-modul berbasis Reading To Learn pada materi ikatan kimia. (2) Mengetahui peningkatan kemampuan HOTS- Literacy siswa pada materi ikatan kimia setelah menggunakan e-modul berbasis Reading To Learn. (1) Mengetahui apakah modul ajar kimia berbasis diferensiasi terintegrasi pembelajaran sosial emosional pada materi asam basa yang dikembangkan layak digunakan siswa kelas XI-A SMA Perguruan Kebangsaan. (2) Mengetahui apakah modul ajar kimia berbasis diferensiasi terintegrasi pembelajaran sosial emosional pada materi asam basa yang dikembangkan efektif digunakan siswa kelas XI-A SMA Perguruan Kebangsaan. (3) mengetahui apakah modul ajar kimia berbasis diferensiasi terintegrasi pembelajaran sosial emosional pada materi asam basa yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI-A SMA Perguruan Kebangsaan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Perguruan Kebangsaan T.A 2024/2025 dengan seluruh siswa kelas XI sebagai populasi dan kelas XI-A sebagai kelas ekperimen dan kelas XI-B sebagai kelas kontrol. Dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation). Penelitian ini dilakukan sampai tahap implementasi atau tahap uji coba. Penilaian untuk menguji hasil kelayakan modul melibatkan dua validator sebagai ahli materi dan ahli media, sedangkan tahap uji coba melibatkan 31 responden siswa kelas XI-A SMA Perguruan Kebangsaan . Perolehan hasil rata-rata dari kedua validator sebesar 3,91 4 sehingga para ahli menyatakan perangkat pembelajaran tersebut dikategori valid atau “Sangat Layak”. Tingkat keefektifitasan modul dilihat dari nilai posttest siswa yang dinyatakan tuntas karena skor hasil belajar siswa mencapai nilai KKM sebanyak 27 siswa dengan persentase ketuntutasan klasikal sebesar 87,1% sehingga termasuk kedalam kriteria sangat efektif. Hasil uji N-Gain score pada kelas eksperimen sebesar 0,327 dengan kriteria sedang dan pada kelas kontrol sebesar 0,484. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar Modul pembelajaran berbasis diferensiasi terintegrasi sosial emosional layak digunakan karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi asam dan basa.